Laman

Senin, 17 September 2012

2 dari 5 Wanita Tak Pakai Kontrasepsi Karena Yakin Nggak Bakal Hamil

Baru-baru ini sebuah perusahaan pembuat kontrasepsi, Teva Women's Heath menggelar survei terbaru tentang penggunaan kontrasepsi di AS. Survei ini melibatkan 1.000 wanita berusia 18-49 tahun yang ditanyai tentang pilihan dan pengetahuan responden tentang kontrasepsi.

Secara mengejutkan hasil survei ini menunjukkan bahwa dua dari 5 wanita usia subur di AS tak menggunakan kontrasepsi sebulan sebelum mereka terlibat dalam survei ini.

Alasan utamanya adalah mereka mengira dirinya sedang tidak subur atau sedang tidak aktif melakukan hubungan seksual. Tapi sebagian responden mengaku sengaja mengambil risiko kehamilan yang tidak diinginkan.

"Kami terkejut karena menemukan banyak wanita yang tak menggunakan kontrasepsi. Kalaupun ada yang pakai, mereka seringkali tak bisa menggunakannya dengan benar," ungkap peneliti Jennifer Wider, MD dari Society for Women's Health Research yang berbasis di Washington DC seperti dilansir dari WebMD, Senin (17/9/2012).

Salah satunya, sejumlah responden mengaku bingung dengan masa efektif IUD, padahal diantaranya adalah pengguna IUD. Bahkan 1 dari 3 wanita mengatakan IUD dapat bertahan kurang dari lima tahun, padahal sebenarnya IUD dapat bertahan hingga 5-10 tahun.

Polling ini juga mengungkap fakta lain yaitu:
- 43 persen wanita yang pernah hamil sebelumnya mengaku setidaknya pernah mengalami satu atau lebih kehamilan yang tak disengaja atau tidak diinginkan
- 50 persen wanita mengaku setidaknya satu dari kehamilan yang dialaminya diakibatkan oleh kegagalan kontrasepsi seperti kondom yang rusak
- 1 dari 10 wanita pernah mengalami kegagalan kontrasepsi pada tahun-tahun sebelumnya

"Banyak wanita yang tak sepenuhnya memahami risiko kehamilan mereka. Jika kondisinya seperti itu, harusnya mereka lebih proaktif dan berkonsultasi dengan dokter minimal setahun sekali, termasuk dalam hal mendiskusikan pilihan kontrasepsinya," ujar Wider.

Menanggap hal itu, pakar kesehatan wanita, Dominica Moore, MD yang juga anggota Society for Women's Health Research menyatakan, "Survei ini menunjukkan bahwa edukasi tentang kontrasepsi dasar masih sangatlah diperlukan bagi wanita dari segala usia."

Hanya karena seorang wanita tak pernah hamil secara alami bukan berarti dia tak bisa hamil sama sekali.

"Peluang kehamilan itu sama halnya dengan pasar saham. Performa di masa lalu tak mampu memprediksi performa di masa depan. Yang diperlukan hanyalah satu sel telur, satu sperma dan satu waktu. Disinilah letak peranan kontrasepsi yaitu untuk mengendalikan angka kelahiran karena pada dasarnya angka kejadian kehamilan yang tidak diinginkan pada wanita berusia 40-an itu sebenarnya sama tingginya dengan yang terjadi pada remaja," kata Moore.

Peneliti pun menekankan kehamilan itu bukan semata tanggung jawab wanita saja tapi juga pasangannya sehingga para pria harus ikut memilih kontrasepsi untuk pasangannya, termasuk memilih dan menggunakan kontrasepsi untuk dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer